
Perjalanan umroh bukan sekadar ibadah fisik di Tanah Suci, melainkan juga sebuah tapak tilas sejarah yang memperkaya jiwa. Pada tanggal 6 hingga 22 Juli, Rehlata Tour menyelenggarakan program istimewa: Umroh Plus Napak Tilas Kejayaan Islam di Negeri Habasyah (Ethiopia).
Program perjalanan spiritual ini diikuti oleh 57 jamaah yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Brebes. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah umroh yang syahdu serta berziarah ke makam baginda Nabi Muhammad SAW di Makkah dan Madinah, para jamaah diajak menyeberang benua untuk singgah di Ethiopia, menelusuri jejak-jejak awal perjuangan dan kejayaan Islam di Benua Afrika.
Baca Juga : Program Umroh Plus Mesir Rehlata Tour Periode Agustus – Oktober 2026 Resmi Dibuka | Umroh Plus Mesir Spesial Milad Bintang 5 Harga Hemat | Wajib Tahu! 4 Aturan Baru Jemaah Umroh Pasca-Haji Terkait Sistem dan Aplikasi NUSUK
Ethiopia: Bumi Keadilan Tempat Hijrah Pertama
Bagi umat Muslim, Ethiopia atau yang secara historis dikenal sebagai Habasyah, memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Jauh sebelum peristiwa epik Hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW telah lebih dulu memerintahkan para sahabatnya untuk mengungsi ke Habasyah demi menghindari kekejaman dan persekusi kaum Quraisy di Makkah.
Mengapa Habasyah yang dipilih? Rasulullah SAW bersabda bahwa negeri tersebut dipimpin oleh seorang raja yang adil dan tidak membiarkan seorang pun dizalimi di negerinya. Raja tersebut adalah Ashama ibn Abjar, atau yang lebih dikenal dengan gelar Raja Najasyi. Menginjakkan kaki di Addis Ababa dan daratan Ethiopia berarti jamaah sedang menapak tilas tanah yang pernah menjadi perlindungan dan benteng pertama bagi umat Islam yang tertindas.

Sejarah Masuk dan Berjayanya Islam di Habasyah
Peristiwa hijrah pertama pada tahun ke-5 Kenabian ini bukan sekadar pencarian suaka, melainkan tonggak awal masuk dan berkembangnya Islam di Benua Afrika. Rombongan sahabat yang terdiri dari tokoh-tokoh besar seperti Utsman bin Affan dan Ruqayyah (putri Rasulullah), membawa nilai-nilai Islam yang damai ke hadapan Raja Najasyi.
Ketika utusan Quraisy datang membawa hadiah untuk membujuk Raja Najasyi mengusir kaum Muslimin, sang raja menolak setelah mendengar pembacaan Surah Maryam dari Ja’far bin Abi Thalib. Sang Raja menangis hingga air matanya membasahi janggutnya, mengenali kebenaran yang dibawa oleh agama baru ini. Keadilan Raja Najasyi inilah yang menjadi fondasi kejayaan Islam di Habasyah. Negeri ini menjadi satu-satunya wilayah di luar Jazirah Arab kala itu di mana umat Islam bisa hidup, beribadah, dan berdakwah dengan aman dan damai, berdampingan dengan masyarakat setempat.

Mengenang Sosok Bilal bin Rabah di Bilalul Habeshi Museum
Perjalanan di Ethiopia berlanjut dengan mengunjungi sebuah situs yang sangat menggetarkan hati: Bilalul Habeshi Museum. Museum ini didedikasikan untuk mengenang sahabat mulia, Bilal bin Rabah Al-Habasyi.
Siapa yang tidak kenal dengan Bilal bin Rabah? Beliau adalah muazin pertama dalam sejarah Islam, yang suara azannya begitu dirindukan oleh penghuni langit. Sebagai seorang keturunan Habasyah, keteguhan iman Bilal di tengah siksaan majikannya di Makkah menjadi simbol perlawanan dan tauhid yang abadi.
Melalui kunjungan ke museum ini, para jamaah diajak untuk menyelami latar belakang budaya dan keteguhan iman dari sosok yang, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW, suara terompahnya (sandal jepitnya) saja sudah terdengar di surga. Ini adalah sebuah pengingat visual yang kuat untuk menghargai keberagaman dalam persaudaraan Islam.

Baca Juga: Kabar Gembira bagi Mahasiswa Al-Azhar: Universitas Resmi Terapkan Sistem Ujian Musim Panas (Summer Exam) | Lulus Seleksi Al-Azhar Jalur Kemenag, Forkapmi, atau MAI? | Saatnya Berangkat dengan Aman dan Nyaman Bersama Rehlata Academy!
Jejak Naskah Kuno dan Korespondensi Rasulullah SAW
Di dalam Bilalul Habeshi Museum, jamaah tidak hanya disuguhkan kisah, tetapi juga bukti-bukti otentik berupa naskah-naskah kuno. Salah satu koleksi paling berharga yang mengundang decak kagum adalah salinan surat dari Rasulullah SAW kepada Raja Najasyi beserta surat balasannya.
Hubungan emosional umat Islam dengan Habasyah memang dimulai sejak masa hijrah pertama sebelum ke Taif dan Madinah. Keberadaan naskah kuno ini menjadi saksi bisu bagaimana diplomasi, etika, dan penghormatan dijunjung tinggi oleh Rasulullah SAW dan bagaimana seorang Raja Najasyi merespons kebenaran dengan penuh kerendahan hati.

Menikmati Panorama dan Menggali Sejarah di Bukit Entoto
Selain napak tilas sejarah keislaman, para jamaah juga diajak menikmati pesona alam dan sejarah lokal dengan mengunjungi Bukit Entoto. Berada di ketinggian sekitar 3.200 meter di atas permukaan laut, puncak pegunungan ini menyuguhkan pemandangan panorama kota Addis Ababa secara menyeluruh.
Bukit Entoto memegang peranan krusial dalam sejarah Kekaisaran Ethiopia. Sebelum ibu kota secara resmi dipindahkan ke Addis Ababa pada tahun 1886, kawasan perbukitan ini merupakan ibu kota de facto sekaligus tempat kediaman Kaisar Menelik II yang mulai membangun istananya di sana pada tahun 1883 [cite: 1.1.1]. Bagi masyarakat lokal, gunung ini juga dianggap suci dan menyimpan banyak situs penting, termasuk biara-biara dan gereja bersejarah peninggalan masa lampau seperti Gereja Entoto Maryam dan Saint Raguel.
Menariknya, kawasan Bukit Entoto dijuluki sebagai “paru-paru Addis Ababa”. Hal ini dikarenakan bukit tersebut tertutup rapat oleh hutan pohon eukaliptus. Bibit pepohonan rimbun ini pertama kali didatangkan langsung dari Australia pada masa pemerintahan Kaisar Menelik II. Kunjungan ke Bukit Entoto memberikan kesempatan bagi jamaah untuk menghirup udara segar pegunungan sembari merenungkan betapa panjangnya sejarah peradaban di bumi Afrika ini.
Bersama Rehlata Tour, perjalanan umroh tidak berhenti pada ritual ibadah semata, melainkan menjadi medium transformasi diri melalui pemahaman sejarah. Ekspedisi 57 jamaah Brebes ke Bumi Habasyah ini membuktikan bahwa jejak kebaikan dan sejarah penyebaran Islam itu sangat luas, merangkul berbagai bangsa, dan senantiasa meninggalkan pelajaran berharga yang patut kita teladani.
Baca Juga : Kapan seseorang wajib melaksanakan ibadah umroh? | Apa yang Bisa Dilakukan Wanita Ketika Haid Saat Umrah? | Pilihan Paket, Jadwal, dan Harga Umroh Plus Mesir Terbaru 2026

